Showing posts with label unek-unek. Show all posts
Showing posts with label unek-unek. Show all posts

January 21, 2011

Belajar Saham

Gue pengen banget bisa trading saham. Tujuan awalnya bukan untuk mencari tambahan uang. Tapi cuma pengen coba-coba aja karena kebetulan Papa udah ngenalin saham dari sejak gue SMA. Sayangnya, karena beliau masih sibuk dengan kerjaan kantornya, beliau nggak bisa invest. Nggak ada waktu buat pelototin layar komputer  liatin harga saham yang naik turun setiap waktu. Maka, beliau ngenalin saham ke gue. Beruntung, FEUI bikin acara ICON yang saat itu bertema Capital Market. Lalu gue ikut lah. Bayar Rp 35.000 buat dapetin virtual account dari Universal Broker sebanyak Rp 500.000.000. Mulai tanggal 29 November 2010, gue mulai trading saham.


Gue sama sekali nggak punya ilmu apapun tentang saham. Semua yang bokap gue ajarin dulu, itu masih dasar banget ternyata. Nggak bisa bikin gue tau apa aja yang mesti gue lakukan ketika trading. Gue masih nggak tau emiten saham apa yang mesti gue beli, berapa jumlah saham, kapan gue mesti beli, kapan gue mesti jual, kapan gue mesti melototin, bagaimana manajemen resikonya, dan lain-lain. Bokap cuma bilang kalau mau sahamnya naik terus, beli komoditas energi kaya minyak bumi dan batu bara. Atau consumer goods. Walaupun bukan energi, tapi pasti naik terus sahamnya karena pasti dipakai banyak orang. Tapi itu aja belum cukup. Gue masih nggak tau emiten (perusahaan) apa yang sahamnya mesti gue beli. Sebenernya, ini perlu pendekatan fundamental dulu. Mesti tau keuangan perusahaan itu gimana, kondisinya, sampe struktur pemimpin perusahaannya gimana sebenernya mesti tau. Ini untuk ngejamin apakah perusahaan itu baik. Maka, sama bokap gue diikutin ke sebuah training saham yang diadain salah satu broker ternama, Bahana Sekurities, yang sama-sama satu kelompok perusahaan sama kantor bokap. Sebenernya training itu dikhususkan untuk semua investro yang udah tergabung sama broker itu. Untuk gabung, mesti ada dana lima juta. Nah, gue kan masih mahasiswa yang masih belajar, bukan buat trading beneran, jadi gue ga mau bayar. Dengan kekuasaan bokap di kantornya, gue bisa ikut training tanpa bayar! Hahhaha. Tapi tau diri lah gue. Gue cuma ikut sampe pertemuan kedua aja dari sekian banyak pertemuan. Pertemuan-pertemuan selanjutnya adalah pertemuan bener-bener khusus dari anggota broker itu. Kalau gue maksain dateng, gue akan plenga-plengo karena ga punya software tradingnya yang cuma dikasih kalo bayar lima juta itu.

Di dua pertemuan yang udah gue hadirin, gue belajar milih saham apa dan kenapa pilih emiten itu dan bagaiman menentukan kapan beli dan jual. Gue juga beli buku-buku saham. Ikut milis saham juga udah. Tapi (entah bego atau gimana), gue masih kalah ketika trading!!

Sumpah ini memalukan banget. Pertama, gue malu sama bokap. Beliau udah bela-belain nggak kerja ke Bengkulu cuma nemenin gue ke kantornya di Jakarta dan nungguin gue selama 5 jam ketika gue training. Kedua, sama temen-temen bokap. Karena tempat training di kantor bokap, banyak temen bokap yang liat gue. Pas mereka tau gue ke kantor bokap buat training saham, mereka terkagum-kagum. Padahal mereka ga tau sebego apa gue. Ketiga, sama temen-temen gue: Mila, Kiong, Hanny. Mereka tau banget gimana ribetnya gue karena ngejar waktu trading yang sering bentrok sama acara gue yang lain. Mereka juga paham banget gimana stresnya gue belajar buku-buku saham yang sussah banget gue ngerti. Keempat, sama Satrio. Orang yang pertama kali gue kasihtau, selain Mila Kiong Hanny, adalah dia karena gue tau dia punya passion  mau masuk KSEP (kelompok studi ekonomi di kampusnya). Salah satu yang dibahas di KSEP adalah tentang saham ini. Gue sering bilang dia buat invest saham secepetnya mumpung kita masih muda. Jarang akn investor saham muda kaya kita gini. Ga taunya, jeng jeng. Gue aja kalah, udah berani-beraninya ngajak orang ikutan. Sama aja kaya ngajak orang buat kalah juga kan. Kelima, sama diri gue sendiri. Iya, sama gue sendiri. Gue sok-sokan ikut saham, padahal bego gatau apa-apa. Emang ngerti gitu? Enggak. Gue mengambil risiko segede itu dengan ilmu yang pas-pasan. Itu namanya kelewat bodoh.

Dengan semua yang udah gue korbankan; beli modem demi kelancaran akses trading, beli buku, bolak-balik perpus FEUI, ikut training saham, semua malu-malu, dan semuasemuanya, gue ga tau apakah gue akan melanjutkan invest saham gue dengan duit beneran apa enggak. Mungkin nggak sekarang, atau bulan depan. Karena sekarang gue pengen nabung dulu mau jalan-jalan ke Bandung dan Jogja. Lagian ilmu gue belum nyampe coy. Daripada jadi keledai yang ngulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, mending ga usah dulu kali ya. -_______-

October 28, 2009

patetik.

terulang lagi
air menitik
sedikit rintik
walau mata tak mendung
tapi hati masih menahan bendung
bukan marah, emosi jiwa
jiwa ? aku gila

siapa ingin sakit
tak mau pasti
tapi kau ingin cinta
berikanlah pada yang berhak
lalu lekaslah pergi
takkan menunggu kau mengusir

Allah itu Tuhanku
Tuhan. Tahu segalanya
baru saja kuberdoa 3 malam
seperti pak pos kilat : cepat sampai
oh ya, Tuhan juga Tahu yang Terbaik

deret deret peristiwa
baris baris kata
lafal lafal menyenangkan
warna warni cerita
dentang denting alunan
larut larut yang terlewat
tak ada yang bersisa.

ding ! ting ! tengnong ! gezetgezet ! tinung !
tahukah ?

mata sudah rabun
pantas tak benar
bedakan mana yang imajinasi dan bukan
bisa tidak, aku tidak.
kawat menjulur melambai
turun lagi
menginjak tanah lagi
hidup lagi

kau gila ya kau gila
aku tidak.

makasih..

October 24, 2009

help me, i'll be mad !

lagi-lagi gue merenung. dan lagi-lagi gue tertohok. tentang diri gue. yang sering gue pikirin pas banget dengan kata tanya inti di bahasa inggris : 5W+1H.
what : apakah gue berarti untuk mereka ?
who : siapa gue di dalam hidup mereka ?
where : dimana letak gue didalam nurani mereka ?
when : kapan gue dibutuhkan oleh mereka ?
which : sifat gue yang mana yang nggak mereka suka dan pengen gue ubah ?
how : bagaimana caranya agar gue menjadi seperti apa yang mereka inginkan dari gue ?

mereka adalah orang-orang di sekitar gue, yang udah gue anggep TEMEN BAIK gue, tapi ternyata gue NOTHING di mereka. oke, gue nggak jadi deh bikin acara seventeen, gue belum tujuh belas tahun kan sebenernya. hem babik. idup gue ancur gara gara segelintir teman-teman namun tidak mendapat dukungan dari teman-teman yang tidak segelintir itu.

kira-kira begitulah inti dari permasalahan gue. jujur, gue nggak pernah bisa cerita ke satu orang pun secara langsung -kecuali psikolog atau psikiater mungkin-. gue nggak mau nambah pikiran mereka, nyia-nyian waktu mereka, dan gue juga nggak yakin mereka mau ngebantu bahkan minimal ngedengerin semua uneg-uneg gue. tapi, gue pengen banget mereka tau apa yang gue rasakan, dengan harapan ada yang mau bantu gue. dan knapa gue nggak ke psikolog aja sekalian ? tentu saja mereka mau membantu gue. tapi duitnya boooooook. ratusan ! omejeeeet nggak mau lah gue ngeluarin sebanyak itu untuk sekali pertemuan.
ya jadi maaf maaf aja nih buat bloggers lain yang ngerasa blog gue cuma ngejunk aja. hehehe. blog is my diary.

intinya, tolonglah pada semua yang mungkin mengunjungi blog gue ini, tolong ngertiin gue dan ngebantu gue ngejawa pertanyaan-pertanyaan 5W+1H diatas. via comment boleh, via ngomong langsung juga makasih banget.

August 31, 2009

exploding !!

haaaaaaaaah gue lagi pengen banget nampol orang ! hayooo mau nggak lo gue tampol haaah ?!nggak tau kenapa lagi emosi banget ini gue. bukan, ini bukan premenstrual syndrome. mungkin sugesti negatif aja kali ya dari bulan puasa, dimana godaan orang yang lagi puasa itu biasanya emang lebih gede dibanding orang yang lagi enggak puasa. WHATSOEVER you say, tetep aja gue lagi carut-marut banget ini, eeerrrrrrrrrrrrrrrgh
sejak tadi pagi, eh bahkan dari kemaren kemaren dan kemarennya lagi, gue ngerasa gini. entah kenapa hidup gue belakangan ini jadi ngerasa nggak berguna sama sekali. wahai kawan, menjadi tak berguna apalagi terbuang itu sangatlah tidak enak ! nggak dibutuhin orang lain = orang lain nggak ngedeket = sendirian. sama sekali nggak enak lah nggak ada siapa siapa di sebelah lo buat nemenin lo apalagi ngedukung lo. NGGAK ENAK !
sebenernya, yang mesti gue lakuin adalah membuat orang lain ngerasa dibutuhkan. yah, sesuai dengan kata orang bijak yang bilang :
"Treat others like you want to be treated"
dan sesuai dengan buku yang ditulis oleh Dale Carnegie yang bilang bahwa :
"Semua orang pada dasarnya ingin menjadi penting"
serta hukum alam yang selama ini gue denger sejuta kali dikali sejuta kali yang seolah-olah ingin memastikan bahwa "Good Karma is (still) exist"
jujur aja gue kadang nggak percaya dengan kata-kata bijak itu. gue pikir kata-kata itu cuma suatu kebetulan yang terjadi pada orang bijak lalu menghubungkannya dengan kebetulan-kebetulan yang dialami orang lain. dan tadaaaaaaa diramulah sebuah kata-kata yang sungguh manis. namun bagi orang-orang yang sialnya nggak dapet kebetulan itu, maka kata-kata bijak dari si orang bijak itu cuma sebagai kata-kata penghibur yang semanis madu sekaligus motivator terbaik untuk 'mencari keberuntungan lain'.
sekalipun gue mencoba memahami, mempraktekkan, dan mengajarkan kekuatan dari kata-kata itu, tetap aja gue belum bisa keluar dari zona sial gue. errr emang nggak beruntung ini gue, ckck. tetep aja semua hal (yang menurut gue) baik untuk dilakukan, belum bisa membuat orang lain berpikir gue baik. eh bentar, sebenernya motif orang berbuat baik itu apa sih ? ingin dibilang baik kah ? ingin dapat pahala kah ? ingin diterima masyarakat kah ? apapun motifnya, tetep aja gue masih belom bisa dapet itu. AH !
Seringkali gue duduk sendiri, mandangin semua anak-anak kelas gue, cuma untuk mencoba memahami karakter mereka. lalu berbuat hal yang tidak membuat setiap orang itu risih. atau kalau ada orang yang gue liat dia lagi sebel sama orang lain, itu jadi pelajaran buat gue untuk nggak melakukan hal yang sama. TAPI APA HAH ?! gue masih aja di cap buruk. kesannya gue nggak pernah berbuat hal terbaik untuk mereka. emang susah sih ya punya temen-temen yang ingetnya cuma sama kejelekan orang, yang cuma ada kalo lagi butuh doang. paraaaaaaaaaaaaah pantesan dunia nggak perna harmonis. walaupun begitu, gue tetep bangga sama lo semua yang udah nemenin gue, dengerin uneg-uneg gue, dan ngebuat hidup gue lebih baik meskipun sedikit :)
balik lagi ke masalah alone alone an itu, pengen banget gue pergi ke psikolog cuma buat nyeritain semua masalah gue. nggak. gue nggak mau cerita ke temen-temen gue. pertama, cuma segelintir orang yang gue percaya untuk gue curhatin. kedua, gue nggak mau bikin mereka muak. ketiga, ya terus buat apa juga gitu gue cerita ke mereka toh juga nggak bikin hidup mereka lebih baik kan. jadi gue positif pengen banget ke psikolog. biarin lah dia yang nampung masalah gue. emang itu kan salah satu kerjaannya ya. tapi mahalnya itu yaampuuuun. mau pake duit sendiri sayang banget. mau minta papimami, ngggak mungkin lah. mau nyari duit, aduh nggak sebanding sama usaha gue. intinya, gue nggak akan pernah ke psikolog sebelum gue mengalami psikosomatik ke dua !
HAHAHAAHHAHAA ketawa aja deh biar lever gue plong lagi

July 18, 2009

how's the reality ?

sering banget gue kaya gini. ngerasa takut sama semuanya. jadi lebih parnoan. dulu gue nggak kaya gini. bermula dari ketidaknyamanan gue sama suasana SMA gue yg dulu, yang terus gue pendem, efeknya jadi malah sejauh ini. gue parno. gue takut. continuingly scared of them, of everything.
gue jadi gampang curigaan, jadi gampang ngerasa buruk, jadi ngerasa gue nggak berguna dan nggak dibutuhkan.
sebernernya, ini sangatlah mengganggu buat gue. tapi gue nggak bisa bilang ke siapapun. alesannya, karena gue gamau mereka tau tentang sifat baru gue ini. dan orang lain pasti juga males lah dengerin curhatan gue yang nggak penting. makanya gue nulis di blog ini, intinnya cuma buat ngelepasin perasaan gue.

keseringan, gue ketakutan sama apa yang dilakuin temen-temen gue. ya, sama pandangan mereka tentang gue. gue takut banget kalo mereka ngomongin jelek jelek tentang gue. terusnya apa yang gue kira bener, gataunya di mereka salah. atau ada nggak sih yang nggak suka sama gue, tapi pura-pura suka ? heeeeeeeeeem
seringkali gue ngerasa sendiri di dunia ini. gue bingung mau ngapain. kadang gue mikir, ada nggak sih yang bener-bener sahabat buat gue ?
selama ini gue nggak pernah pake kata sahabat untuk tingkatan pertemanan gue. paling tinggi ya teman baik, teman akrab. kenapa ? karena gue emang belom menemukan seseorang yang bener bener ngerti gue, seperti gue ngerti mereka, belom ada yang butuh gue seperti gue butuh mereka, dan belom ada yang bisa gue percayai sepenuhnya. apalagi dnegan konteks sahabat, gue takut dikhianati dan itu pasti nyesek banget di guenya. maaf ya. tapi you mean a lot to me :)
dan gue takut masa depan. nothing to comment about, even i scared of it, but i have to face the future. for the responsibility of next days, i'm afraid a lot. apakah gue akan bahagia, atau sebaliknya ? only me and God who know.

is there any place i could live in to explode my grudges ?
is there anyone who accompany me to run our life together ?
is there any chance to reborn again and be the new me ?