December 12, 2010

Apa sih yang Dicari?

Sebuah organisasi, baik bertujuan mencari profit atau tidak, butuh SDM yang bisa diandalkan. Apalagi jika organisasi itu profesional dan sudah punya nama baik (goodwill). Layaknya sebuah perusahaan besar, perlu adanya rekruitmen bagi calon-calon anggotanya agar regenerasi organisasi bisa berjalan dengan baik atau bahkan lebih baik lagi. Proses rekruitmen merupakan suatu proses yang sangat penting karena nantinya hasil dari proses itulah yang akan menentukkan kelangsungan organisasi. Maka, dalam proses ini selalu saja akan ada orang yang sedih karena tidak diterima dan ada pula orang yang bahagia karena diterima.

Tidak perlu terlalu muluk membayangkan organisasi yang profesional adalah yang berlaba besar ataupun yang umum diketahui masyarakat luas. Dari proses rekruitmennya pun, kita bisa tahu apakah organisasi itu profesional atau tidak. Hal ini yang saya alami ketika saya menjalani proses rekruitmen sebuah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di kampus saya.



Tanpa bermaksud menyanjung seperti penjilat apalagi mengiklan seperti SPG, saya bisa berkata bahwa UKM itu sudah termasuk golongan organisasi yang profesional. Bagaimanapun repotnya di balik layar pembuatan acara itu, saya sebagai obyek acara hanya peduli pada apa yang terlihat dan terasa. Semua runtutan acarnya tertib, rapi, dan tepat waktu. Fungsi dari setiap rangkaian proses rekruitmennya pun memiliki maksud yang nyata.

Saya mencoba menggali lebih jauh lagi mengenai apa yang sebenarnya dialami oleh divisi itu pada khususnya dan organisasi itu pada umumnya. Saya juga mengorek mengenai apa yang sebenarnya organisasi itu cari dari proses rekruitmen ini selain dana dari biaya pendaftaran.

Divisi yang saya tuju adalah divisi yang bertugas membuat acara. Sepengetahuan saya, untuk membuat acara perlu SDM yang banyak. Namun, divisi itu hanya butuh 5 orang anggota. Anggota itulah yang nantinya akan menjadi project officer (PO) yang akan mengepalai sebuah acara. Istilah umumnya adalah ketua pelaksana acara. Maka, dari proses rekruitmen itu diharapkan akan didapatkan PO-PO baru yang berkualitas yang bisa membuat acara lebih dahsyat.

Hal yang saya pertanyakan adalah : ‘mana yang sebenarnya lebih penting: kualitas kemampuan atau kuantitas presensi?’

Dengan asumsi bahwa semua anggota adalah baru dan pengalamannya pun masih sedikit, walaupun tidak sesedikit saya, maka semua memiliki kemampuan yang sama. Mungkin hal yang sangat berbeda adalah kemampuannya untuk bernegosiasi, meyakinkan pewawancara, memperlihatkan semangat menggebu, serta menerbitkan janji-janji untuk kontributif dan berkomitmen.

Kemampuan seseorang merupakan benih yang selalu dicari dalam setiap proses rekruitmen. Seorang pewawawancara divisi berkata bahwa yang dicari dari proses ini adalah anggota yang memiliki skill quality terbaik dan layak untuk bisa bekerja sama di UKM ini. Bahkan jikalaupun yang memenuhi berjumlah sedikit, setidaknya itulah yang akan kuat memajukan UKM.

Dalam hemat saya, skill quality seseorang dapat terbangun melalui pengalaman-pengalaman yang telah dicarinya dan diberikan padanya. Tanpa ada orang yang memercayakan melibatkannya pada suatu acara, tidak mungkin akan ada pengalaman yang didapatkannya sehingga kemampuannya pun akan mandek. Tetapi, jika ia adalah seorang yang berkomitmen untuk hadir dalam setiap kesempatan, terlebih lagi jika ia adalah orang yang selalu ada sekalipun sedang tidak dibutuhkan dan membuthkan, maka itu akan memberikan peluang baginya untuk bisa menimba kemampuan.

Gambarannya seperti ini. Jika seorang yang sering hadir dalam pertemuan, ia akan lebih sering terlibat dalam setiap aktivitas anggota-anggota lainnya. Keterlibatannya ini akan menambah kemampuannya. Semakin lama semakin banyak kemampuannya yang terkumpul. Kemampuan ini akan terlihat berguna ketika anggota lain memercayakan memberinya kesempatan untuk bergabung dalam posisi penting di suatu acara. Kesempatan ini akan melahirkan pengalaman. Semakin banyak kesempatan, semakin banyak pengalaman.

Perspektif lain, seorang yang memiliki komitmen tinggi terhadap kuantitas pertemuan akan senantiasa dilibatkan dalam acara yang membutuhkan banyak SDM. Biasanya, orang yang sering hadir dalam acara dengan sendirinya tidak menjadi ‘sampah masyarakat’. Ia memiliki kesadaran untuk total mengerahkan kemampuan dan waktunya karena sudah memiliki manajemen waktu yang baik. Sebagai perbandingan, jika sebuah organisasi mencari anggota dengan skill quality terbaik meskipun dengan presence quantity apa adanya, maka ia akan sangat kesulitan mengatur acaranya ketika orang-orang dengan skill quality terbaik itu sedang sibuk. Jujur sajalah jika selama ini pun mereka yang telah melalui serangkaian proses rekruitmen yang mencari skill quality terbaik pun seringkali tidak total dalam tugasnya dan malah tidak pernah hadir. Tentu ini akan sangat memengaruhi kinerja acaraya. Konsekuensinya, acara menjadi tidak semaksimal yang diharapkan.

Tidak mudah untuk mencari anggota yang benar-benar berkomitmen penuh untuk sering datang ataupun memiliki kemampuan yang terbaik. Namun, tidaklah perlu terlalu bermuluk-muluk mencari yang berkemampuan terbaik. Cukup mencari orang yang berkemampuan rata-rata tapi potensial untuk dikembangkan. Jumlah orangnya yang memenuhi kualifikasi seperti ini tentu akan lebih banyak dibanding orang yang berkemampuan terbaik. Rasanya, setiap orang yang telah lolos diwawancarai dua kali merupakan orang yang telah terkualifikasi dengan baik. Tinggal ada orang yang mau memercayakan tugas padanya dan kesempatan lalu berikutnya pengalaman akan terasah dengan sendirinya.

Harapan saya, siapapun yang telah terpilih dalam setiap proses rekruitmen di mana saja adalah orang berkemampuan terbaik namun juga berkomitmen tertinggi untuk selalu hadir dalam ruangan organisasi. Sekalipun saat itu ia hanya duduk memerhatikan sekitar atau ikut bergabung dengan orang lain di luar bidangnya atau apapun. Presensi akan sangat berpengaruh terhadap eksistensi seseorang. Eksistensi hampir bersinonim dengan popularitas. Tingginya popularitas membuat kemampuannya juga terlihat oleh orang lain. Dengan kemampuannya itulah ia bisa dipercaya untuk menimba kesempatan-kesempatan baik guna menambah pengalaman dan menjadi berguna bagi yang lain.

Akhir kata-kata, diharapkan organisasi yang saya maksud serta organisasi-organisasi yang lain, akan maju sesuai yang diharapkan melalui rekruitmen. G’luck.

No comments:

Post a Comment

ANY COMMENT?